Asuransi Pendidikan

5 Cara Merencanakan Pendidikan Anak

Pendidikan anak sejatinya tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tapi juga orang tua. Kesuksesan pendidikan biasanya merupakan hasil kolaborasi antara sekolah, dan juga orang tua di rumah.

Sayangnya, akhir-akhir ini banyak orang tua yang seakan melepas proses pendidikan sepenuhnya kepada sekolah. Orang tua dengan kondisi finansial mencukupi, terutama di kota-kota besar, seakan berpendapat sudah cukup memasukkan anak mereka ke sekolah bergengsi dengan uang sekolah yang mahal, lalu mereka bisa lepas tangan. Sekolah yang berstatus internasional seakan menjadi jaminan keberhasilan pendidikan anak. Hal ini sangat disayangkan, mengingat pendidikan utama justru dibangun di dalam rumah. Berikut ini beberapa tips bagi orang tua untuk turut serta mendukung pendidikan anak:

1. Beri perhatian lebih di rumah

Orang tua yang sibuk dengan kehidupan profesional di kantor cenderung tidak punya waktu untuk sang anak. Kesibukan kantor yang menyita waktu seharian, membuat rumah hanya menjadi tempat singgah untuk tidur di malam hari saja. Saat berangkat pagi, sang anak belum bangun. Begitu juga saat pulang, anak sudah tidur. Tidak ada salahnya menebus waktu yang tersita dengan anak di saat weekend. Saat sibuk bekerja pun, sempatkan waktu untuk menelpon buah hati menanyakan kabar dan kondisi sekolah.

2. Jangan paksakan kehendak orang tua

Berikan kebebasan anak untuk berimajinasi dan merencanakan kehidupannya sendiri. Jangan batasi dengan obsesi terpendam orang tua. Anak tidak selalu menyukai hal yang disukai orang tuanya, apalagi terkait dengan pendidikan dan profesional. Pahami benar minat dan bakat sang anak, agar tidak salah mengarahkan di usia-usia awal.

3. Update dengan kondisi pergaulan terkini

15474280_l

Salah satu kesalahan besar orang tua, adalah tidak tahu informasi terkini mengenai pergaulan anak muda. Ketidakpedulian dengan kondisi lingkungan bisa berakibat fatal. Bacalah berita dan media remaja agar Anda tahu tren masa kini. Dengan begitu, Anda bisa mengajak anak untuk menyibukkan diri dengan hal-hal positif, daripada negatif. Hal ini juga bisa membantu Anda membaca arah pendidikan dan mana yang terbaik untuk Anak.

4. Jadilah teman terdekat bagi anak

Keluarga harus menjadi lingkungan terdekat bagi anak. Orang tua, harus menjadi sahabat nomor satu tempat berbagi segala cerita soal sekolah, tempat les, atau teman main mereka. Hubungan orang tua dan anak yang renggang bisa menjadi awal hancurnya pendidikan anak. Jika hubungan Anda dengan anak kurang dekat, ada baiknya mulai mendekatkan diri sejak saat ini. Ajak dia untuk ngobrol santai setiap hari, beraktivitas outdoor di kala weekend, atau sekadar memasak bersama di dapur.

5. Rencanakan pendidikan anak sejak dini

Selain dukungan moral, orang tua tentu berkewajiban untuk menjamin kelancaran pendidikan anak. Banyak orang tua yang gagal membawa anaknya hingga jenjang kuliah karena tidak merencanakan pendidikan anak di usia dini. Hindari hal ini dengan berinvestasi atau menabung. Langkah awal yang dapat Anda lakukan adalah dengan memperhitungkan kebutuhan biaya pendidikan anak dan mempersiapkannya sejak dini. Sehingga, pada saat dibutuhkan nanti, dana tersebut telah tersedia untuk digunakan.

AXA Inspirasi

ARTIKEL TERKAIT

Tertarik dengan artikel Inspirasi kami?

Ya, saya ingin dihubungi untuk artikel terbaru

axa