Travel

Barang hilang saat travelling! Apa saja yang harus dilakukan?

Kehilangan barang saat travelling ke luar negeri tentu sangat menyebalkan. Apalagi, kalau barang yang hilang merupakan barang berharga, seperti laptop, dompet, atau paspor. Lebih apesnya lagi, kalau kejadian itu terjadi saat kamu sedang solo travelling. Wah, males banget enggak, sih? Ini langkah-langkah yang harus kamu lakukan apabila kehilangan barang saat berwisata:

  • Jangan panik

Kehilangan barang di negara asing tentu akan membuatmu panik. Namun, panik tidak akan membuat kamu berpikir jernih. Ketika menyadari kamu ternyata kehilangan sesuatu, berusahalah mengendalikan pikiranmu agar tetap tenang dan siap untuk langkah selanjutnya. Kepanikan juga bisa memancing orang lain malah memanfaatkan situasimu untuk keuntungan pribadi. So, tetaplah waspada!

  • Pastikan barang tersebut benar-benar hilang

Seringkali, barang yang kita kira hilang ternyata tidak hilang, melainkan hanya terselip di saku atau terbenam di dasar tas. Bisa juga, ternyata tertinggal di hotel. Hal yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah memastikan bahwa barang tersebut benar-benar hilang. Coba cek semua barang bawaanmu, tanya teman yang travelling bersamamu, atau menelepon pihak hotel untuk menanyakan keberadaan barang tersebut. Apabila barang yang hilang ternyata dompet beserta isinya, termasuk kartu debit dan kredit, segera telepon pihak bank untuk memblokir.

  • Lapor ke kantor polisi terdekat

Bila memang barangmu hilang, segera laporkan hal itu ke kantor polisi terdekat. Meski barang tersebut belum tentu bisa ditemukan, setidaknya kamu akan mendapatkan surat keterangan kehilangan yang tentu sangat kamu butuhkan untuk klaim asuransi. Berikan semua detail kepada petugas yang berwenang, seperti tempat terjadinya kehilangan, waktu kehilangan, identitas kamu, serta nomor yang bisa dihubungi apabila barang tersebut ternyata ditemukan.

  • Datang ke kedutaan bila paspormu hilang

Bila barang yang hilang merupakan paspor, segera datangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat untuk mengurus pembuatan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai pengganti paspor. Pihak kedutaan akan meminta beberapa dokumen, seperti kartu identitas, surat keterangan kehilangan dari kepolisian setempat, salinan paspor (bila ada), pas foto berwarna, dan lainnya. Adapun, pembuatan SPLP ini hanya di waktu tertentu sehingga kamu harus mengecek terlebih dahulu waktu operasionalnya. Kamu juga harus membayar pembuatan SPLP ini, di mana harganya bisa berbeda-beda di masing-masing negara. Sebagai gambaran, pembuatan SPLP di KBRI Singapura adalah S$6 (sekitar Rp60 ribu), sementara di KJRI Johor Baru sebesar RM16 (sekitar Rp53 ribu).

Yang tidak kalah penting….

  • Klaim asuransi

Jalan-jalan ke luar negeri, tentunya kamu harus memproteksi diri kamu dengan membeli asuransi perjalanan, seperti asuransi perjalanan AXA Smart Traveller. Nah, langkah berikutnya adalah melakukan klaim ke pihak asuransi. Klaim asuransi AXA Smart Traveller ini bisa dilakukan secara online juga, lho! Klik di sini, kemudian masukkan data dan dokumen yang diwajibkan, di antaranya: boarding pass/tiket, paspor, surat keterangan kehilangan dari polisi, kuitansi barang yang diklaim (bila tidak ada, maka sertai informasi jenis barang serta harga barang yang diklaim), serta kuitansi pembuatan paspor baru (apabila yang hilang adalah paspor). Dokumen yang harus dilengkapi dapat bervariasi tergantung kebutuhan klaim kamu. Segera lengkapi dokumen yang diminta oleh pihak asuransi agar kamu bisa mendapatkan klaim asuransi secara cepat.

Nah, dengan asuransi perjalanan AXA SmartTraveller hal ini tidak perlu menjadi pikiran. Beli di sini secara online sekarang, dan liburan ke Jepang, ke Singapura, ke Eropa, atau ke manapun akan menjadi lebih aman dan nyaman. Selain selalu waspada di manapun kamu berada, dengan AXA SmartTraveller, kamu akan terlindungi dari pengeluaran-pengeluaran tidak terduga yang bisa terjadi kapanpun!

AXA Inspirasi

ARTIKEL TERKAIT

Tertarik dengan artikel Inspirasi kami?

Ya, saya ingin dihubungi untuk artikel terbaru

axa