Kendaraan

Hindari Celaka Saat Berkendara, Jangan Lakukan 3 Hal Ini

Hal-hal berbahaya yang harus para pengendara, terutama pengendara kendaraan roda empat, hindari untuk lakukan saat menyetir agar aman berkendara di jalan raya.

Data terbaru yang dikeluarkan World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa Indonesia menempati urutan kelima di dunia sebagai negara dengan jumlah kematian terbanyak akibat kecelakaan lalu lintas.

Dari angka 8.000 jiwa korban tewas pada tahun 2002, angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas meningkat menjadi lebih dari 16.500 jia pada tahun 2007 dan bertambah dua kali lipat pada tahun 2010.

Apa yang menyebabkan angka kecelakaan lalu lintas tinggi? Kebanyakan dari pengendara yang ditanyakan mengenai hal ini akan menjawab tidak tahu. Karena pada dasarnya para pengendara di jalan raya merasa dirinya adalah seorang pengendara yang berhati-hati. Sehingga kalaupun terjadi kecelakaan, mereka akan berpikir bukan dirinyalah yang menyebabkan hal itu sampai terjadi.

Patut kita pahami bersama, bahwa tidak mengalami kecelakaan bukan berarti Anda sudah berkendara secara aman. Coba simak daftar berikut. Ini adalah hal-hal yang umum para pengendara, terutama pengendara kendaraan roda empat lakukan saat menyetir. Apakah Anda pernah melakukan salah satunya? Kalau iya, coba introspeksi diri dan berjanjilah untuk tidak mengulanginya lagi karena ini membahayakan.

Mengantuk

Jangan pernah menyetir saat mengantuk! Atasi rasa kantuk atau kelelahan saat menyetir dengan berhenti dan beristirahat sebentar. Tidurlah kalau memang lelah. Atau, kalau memungkinkan, minta orang lain untuk menggantikan. Beberapa orang ada yang berusaha mengusir kantuk saat menyetir dengan membuka kaca jendela atau mematikan AC, mendengarkan radio, dan meminum sumber kafein. Namun, para ahli tidak mendukung upaya tersebut karena metode itu tidak terbukti ampuh mencegah kondisi ketiduran saat menyetir.

Sambil-sambil
Ya, banyak orang terutama perempuan yang terbukti jago dalam urusan multitasking. Sambil menyetir, ia bisa sambil memulaskan maskara, makan, membalas SMS, atau menelepon. Kelihatannya tidak berbahaya, tetapi nyatanya tindakan ini sangat mengalihkan perhatian Anda dari jalan raya dan berpotensi memicu terjadinya kecelakaan. Kalau memang Anda harus berdandan atau mengecek peta perjalanan, cobalah untuk berhenti sebentar di bahu jalan. Selesaikan apa yang harus Anda lakukan, baru jalan lagi.

Emosional
Sesekali boleh saja emosi, tetapi jangan di jalan. Kesampingkan dulu masalah yang sedang merundung Anda saat hendak menyetir. Menyetir dalam keadaan banyak pikiran justru akan membuang fokus Anda jauh dari jalan dan besar kemungkinannya membuat jadi kalut. Orang yang sedang marah atau kecewa cenderung menjadi pengendara yang agresif, dan itu membahayakan. Bukan hanya bagi orang lain tetapi juga bagi diri sendiri. Oleh karena itu, berusahalah menenangkan diri sebelum menyetir. Tarik napas yang dalam. Kalau sudah tenang, barulah jalan.

Dengan menghindari tiga kebiasaan buruk tadi, Anda akan terhindar dari kecelakaan. Agar lebih tenang saat berkendara, Anda dapat melengkapi diri dengan auransi AXA Mandiri Mobil. Selamat berkendara, ya. Selalu berhati-hati dan pastikan keselamatan menjadi hal yang utama di jalan raya.

AXA Inspirasi

ARTIKEL TERKAIT

Tertarik dengan artikel Inspirasi kami?

Ya, saya ingin dihubungi untuk artikel terbaru

axa