Kesehatan

Ini Lho 9 Vitamin dan Mineral Penangkal Penyakit

Kekurangan vitamin dan mineral pada tubuh kita dapat menimbulkan masalah kesehatan, terlebih bagi perempuan usia produktif dan orang lanjut usia (lansia). Misalnya saja, kekurangan zat besi pada perempuan hamil dan menyusui dapat menyebabkan anemia. Contoh lainnya, orang berusia 50 tahun ke atas umumnya mengalami penurunan kemampuan menyerap vitamin B12. Karena itu, mereka lebih rentan terkena penyakit saraf dan ingatan. Mari pahami manfaat berbagai vitamin dan mineral bagi kesehatan dan sumber-sumbernya, agar penyakit segan mampir di tubuh kita!

Vitamin A

Wortel, ubi, paprika, bayam, brokoli serta sayur dan buah lain yang berwarna oranye banyak mengandung beta-karoten. Di dalam tubuh, beta-karoten diubah menjadi vitamin A. Vitamin A penting bagi kesehatan mata, kesehatan kulit dan sistem imunitas tubuh kita.

Vitamin B12

Tubuh kita membutuhkan vitamin B12 untuk membuat sel darah merah dan menjaga kesehatan sistem saraf. Vitamin ini banyak terdapat pada daging, kerang, susu, keju dan telur. Oleh karena itu, orang vegetarian rentan kekurangan vitamin B12 dan perlu mengatasinya dengan mengonsumsi suplemen.

Vitamin C

Menurut penelitian, vitamin C tidak dapat menyembuhkan flu, tetapi akan memperpendek jangka waktu serangan gejala flu dan meringankan gejalanya. Vitamin yang ditemukan pada banyak sayur dan buah ini juga mendorong pertumbuhan tulang dan jaringan. Sebagai antioksidan, vitamin C melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.

Vitamin D

Vitamin ini berfungsi menjaga kesehatan tulang, otot, saraf dan sistem imunitas tubuh kita. Kita dapat memperoleh vitamin D dari cahaya matahari pagi. Namun terlalu banyak berjemur di terik matahari juga dapat berdampak buruk pada kesehatan dan kulit. Oleh karena itu kita juga bisa memperoleh vitamin D dengan mengonsumsi ikan salmon dan jamur yang banyak terpapar sinar ultraviolet. Keju dan kuning telur pun mengandung vitamin D.

Kalsium

Kalsium kita butuhkan untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis. Selain itu, kalsium juga penting bagi kesehatan otot, termasuk jantung kita. Sumber kalsium tidak hanya bisa kita peroleh dari susu dan keju. Ikan salmon, kale dan brokoli juga merupakan bahan makanan yang banyak mengandung kalsium. Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen kalsium, batasi konsumsinya tak lebih dari 500 mg sekali makan, untuk mencegah efek samping. Lengkapi pula dengan vitamin D agar tubuh mudah menyerap kalsium.

Asam folat

Asam folat mencegah penyakit kelainan bawaan pada janin seperti spina bifida. Ini adalah kondisi di mana bayi terlahir dengan kondisi sistem saraf tulang belakang yang tidak sempurna. Sayuran berdaun hijau, buah-buahan yang masam serta serealia atau biji-bijian utuh (whole grains). Vitamin B ini sebaiknya kita konsumsi minimal 400 mcg setiap hari dan minimal 600 mcg untuk perempuan hamil dan menyusui.

Zat besi

Mineral ini berkontribusi terhadap kerja sel darah merah dan karena itu, zat besi penting untuk mencegah anemia. Zat besi banyak terkandung pada daging, makanan laut, kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau.

Potasium

Mineral ini dapat membantu menurunkan tekanan darah, ikut menstabilkan ritme jantung dan mengurangi dampak kelebihan sodium pada tubuh. Otot dan saraf kita pun membutuhkannya. Susu, kentang, ubi, pisang, avokad dan polong-polongan banyak mengandung potasium. Begitu pula dengan jeruk, sayuran berdaun hijau dan kismis.

Magnesium

Kita tahu mengonsumsi bayam bermanfaat baik bagi kesehatan. Mengapa? Salah satu sebabnya karena bayam mengandung magnesium, seperti juga polong-polongan, serealia utuh (biji-bijian) dan kacang-kacangan (khususnya almond). Magnesium merupakan salah satu mineral yang diperlukan untuk menjaga imunitas tubuh.

Walau demikian, ada kalanya kita sudah menjaga kesehatan namun tetap saja penyakit menyerang. Terlebih kita hidup di Indonesia, negara tropis yang masih menjadi daerah endemik berbagai penyakit yang disebarkan oleh nyamuk seperti demam berdarah dan malaria. Kita pun harus dirawat di rumah sakit. Dengan AXA Hospital Plus Life, biaya rawat inap yang disebabkan penyakit tropis seperti ini akan ditanggung sebesar Rp 2.000.000 per hari, maksimal 90 hari per tahun. Meski kita telah menjalankan pola hidup sehat, tak ada salahnya melengkapi perlindungan kesehatan dengan memiliki polis asuransi yang menjamin ketenangan hati saat kita dirawat di rumah sakit.

AXA Inspirasi

ARTIKEL TERKAIT

Tertarik dengan artikel Inspirasi kami?

Ya, saya ingin dihubungi untuk artikel terbaru

axa