Lifestyle

Ketahui Kebenaran 5 Mitos Gaya Hidup Sehat yang Beredar

Kalau buah dan sayuran (yang tadinya) segar sudah disimpan beberapa hari di kulkas, kandungan vitaminnya mungkin saja berkurang. Atau, beberapa zat gizi dalam sayuran hilang akibat proses pengolahan dan memasak tidak tepat.
Secara umum kandungan nutrisi sayuran dan buah-buahan beku atau kaleng tidak jauh berbeda dari sayuran dan buah-buahan segar. Jadi boleh saja kalau menu Anda bervariasi antara yang segar dan beku.

Hindari kegemukan karena makan malam di atas jam 8
Anda berusaha keras tak makan malam di atas jam 8 agar bobot turun? Beberapa penelitian yang dilakukan oleh Dunn Nutrition Centre dan Oregon Health & Science University di AS menyimpulkan hal tersebut hanya mitos.
Sebenarnya bukan masalah jam berapa Anda makan, tapi lebih penting bahan yang dimakan dan aktivitas fisik untuk membakar kalori yang masuk.
Mitos itu mungkin muncul karena kita sering makan berlebihan saat malam, tidak lagi beraktivitas berat setelah makan, atau nonton TV sambil ngemil. Kalau begitu adanya, tentu saja menyebabkan gemuk.

Pilih konsumsi daging ayam dibanding daging merah
Belum tentu. Masalahnya bukan hanya jumlah kolesterol yang terkandung dalam makanan, tapi juga jenis dan cara lemak tersebut memengaruhi kadar kolesterol darah.

Lemak jenuh dalam makanan lebih berperan meningkatkan kadar kolesterol darah dibandingkan kolesterol itu sendiri. Jadi, beef steak tanpa lemak yang dipanggang, bisa jadi kadar lemak jenuhnya lebih sedikit dibanding chicken wings yang digoreng. tweet

Tak boleh langsung olahraga setelah makan
Sewaktu kecil kita sering diberitahu, ‘Jangan langsung berenang habis makan, nanti kram.’ Setelah makan, darah memang lebih banyak mengalir ke organ pencernaan dibanding ke otot. Kurangnya aliran darah ke otot bisa menyebabkan kram saat latihan.
Tapi tak perlu terlalu cemas. Segera setelah makan, kekuatan otot mungkin akan berkurang untuk latihan intensitas tinggi. Tapi pada dasarnya Anda boleh olahraga, kok.

Stretching agar tidak cedera
Penelitian terbaru menyimpulkan bahwa peregangan tidaklah mutlak dilakukan. Disebutkan dalam The Journal of Strength and Conditioning Research dan Scandinavian Journal of Medicine & Science in Sports, para atlet yang melakukan peregangan malah berkurang kekuatan ototnya.
Peneliti memperkirakan, stretching melemaskan otot dan tendon (memang itulah tujuan peregangan). Namun akibatnya kemampuan otot dalam menyimpan dan menggunakan energi jadi menurun. Meski begitu, Anda disarankan tetap melakukan pemanasan sebelum olahraga.

AXA Inspirasi

ARTIKEL TERKAIT

Tertarik dengan artikel Inspirasi kami?

Ya, saya ingin dihubungi untuk artikel terbaru

axa