Kesehatan

Merokok sama sekali tidak keren. Berikut faktanya

Merasa sehat dan kondisi sehat bisa jadi dua hal yang berbeda. Beberapa penyakit seperti kanker, penyakit jantung dan stroke tidak terjadi tiba-tiba. Lebih sering, penyakit semacam itu tidak menimbulkan keluhan atau gejala.

Jadi meski merasa sehat, tetap lakukan check-up. Mungkin saja ada penyakit yang sudah mampir. Lewat medical check up, bisa diketahui kondisi-kondisi yang meningkatkan risiko terkena penyakit kritis. Dengan begitu, penyakit bisa dicegah atau ditunda munculnya.

Screening, seperti mamografi dan pap smear, untuk mencegah timbulnya kanker. tweet

Pemeriksaan ini bukan ditujukan untuk mencegah kanker, tapi untuk menemukan sedini mungkin sel-sel pra kanker atau sel kanker pada stadium awal.

Bersyukurlah jika tak ada. Lanjutkan pola hidup sehat dan lakukan screening secara berkala. Sebaliknya, jika hasil tes menunjukkan sel abnormal, maka perawatan tepat sedini mungkin akan memperbesar potensi kesembuhan.

Saatnya Stop Merokok

Merokok kini sama sekali tidak keren. Berikut faktanya:

  • Secondhand smoke (asap rokok yang terpaksa dihisap non-perokok) meningkatkan risiko kanker paru-paru sebesar 15% dan risiko penyakit jantung sebesar 30%.
  • Saat seseorang merokok dalam ruangan, karbonmonoksida, nikotin, bensin dan partikel halus lain akan menjadi polusi udara. Perokok pasif yang berada dalam ruangan menghirup komponen bensin (dari rokok) lebih banyak daripada saat ia mengisi bensin mobil di pom bensin dalam durasi waktu yang sama.
  • Anak-anak dari orang tua perokok berisiko menderita asma dan penyakit pernapasan lain.
  • Beberapa kota yang memberlakukan larangan merokok di tempat umum dan tempat kerja, kejadian serangan jantung warganya menurun dalam waktu setahun.

AXA Inspirasi

ARTIKEL TERKAIT

Tertarik dengan artikel Inspirasi kami?

Ya, saya ingin dihubungi untuk artikel terbaru

axa