Asuransi Kesehatan

Penyakit-penyakit kronis yang dapat menyerang di usia muda

Usia anak-anak dan remaja adalah usia yang identik dengan keceriaan, dinamisme serta perkembangan baik segi fisik dan mental. Namun, saat ini kita sering mendengar banyak orang di usia muda yang menderita penyakit penyakit yang dahulu dikaitkan dengan usia lanjut.

Stroke sebagai contohnya penyakit ini sering dikaitkan dengan penyakit orang tua tetapi kenyataanya, penyakit tersebut bisa menyerang seseorang di usia muda. Sejalan dengan hal ini para pakar mengatakan penyakit kronis tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor penyebab diantara adalah diet buruk, pengaruh lingkungan, termasuk merokok dan minuman beralkohol, serta faktor keturunan, dan saat ini penyakit kronis tersebut menjadi penyebab utama kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengeluarkan laporan kondisi global mengenai penyakit-penyakit tidak menular yang dalam tahun 2008 mengakibatkan 63 persen kematian. Delapan puluh persen dari kematian itu terjadi di negara-negara berkembang.

Untuk itu mari kita kenali beberapa penyakit kronis tersebut:

Batu ginjal

Kurang gerak menjadi masalah di era yang serba dimudahkan dengan kemajuan teknologi. Hal ini berdampak pada meningkatnya angka remaja obesitas. Obesitas cenderung dapat memicu penyakit batu ginjal dibandingkan rekan-rekannya yang berat badannya normal.

Para ahli melakukan pengamatan terhadap gaya hidup dan pola diet yang mungkin menjadi penyebabnya. Ditemukan, anak-anak kadang tidak minum cukup air dan makan makanan yang mengandung garam dalam kadar tinggi sehingga dapat meningkatkan kalsium kemih. Semua hal yang dapat meningkatkan kalsium dalam urin diketahui dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

Stroke

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi stroke di Indonesia sebesar 12,1 persen per 1.000 penduduk. Angka tersebut meningkat dari Riskesdas 2007 sebesar 8,3 persen per 1.000 penduduk.

“Stroke dapat menyerang semua usia, anak anak sampai usia tua. Makin lanjut usia makin risiko kena stroke,” sebut Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional (PON), dr Mursyid Bustami, SpS(K), KIS, MARS. Usia paling rentan menderita stroke adalah di usia 65 tahun namun dengan gaya hidup saat ini stroke bisa menyerang sejak usia 20 hingga 30 tahunan.

Ini didukung dengan gaya hidup anak muda yang kurang memperhatikan kesehatan mulai dari kurang gerak, tingkat stres yang tinggi, makanan yang tinggi lemak jenuh maupun makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi, ditambah dengan kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok.

Hipertensi

Ketua Indonesian Society of Hypertension (INA-SH), dr Yuda Taruna, SpS(K), mengatakan memang hipertensi bisa menyerang kelompok umur manapun. Namun jika usia pasien masih di bawah 30 tahun, patut dicurigai adanya hipertensi sekunder.

Hipertensi sekunder adalah tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh masalah kesehatan atau penyakit lain, seperti gangguan pada pembuluh darah, jantung, ginjal, atau sistem endokrin.

Serangan jantung

Serangan jantung biasanya banyak menyerang pria berusia di atas 30 tahun. Namun mereka yang berusia di bawah 30 tahun juga bisa kena, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner.

Beberapa faktor risiko yang bisa memicu serangan jantung dan harus diwaspadai di antaranya kebiasaan merokok, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi.

Radang sendi

Bukan pada orang tua saja, ternyata radang sendi juga bisa dialami anak muda, demikian disampaikan oleh dr Ghuna Arioharjo Utoyo, SpOT dari RS Hasan Sadikin Bandung

“Ada dua (kejadiannya) pada orang lansia dan anak muda. Pada anak muda biasanya terjadi karena cedera,” ucapnya.

Untuk mengatasi nyeri sendi yang terjadi, dr Ghuna menyarankan untuk memodifikasi gaya hidup. Ia memberi contoh untuk mengurangi kegiatan naik-turun tangga. Namun, harus diimbangi juga dengan aktif bergerak agar tidak memperberat kondisi sendi.

Melanoma

Melanoma adalah sejenis kanker kulit yang bisa dihindari dengan tidak terlalu sering berjemur antara pukul 10 pagi hingga 2 siang tanpa menggunakan tabir surya atau Sun Protecting Factor (SPF). Tabir surya dengan nilai SPF-30 lebih disarankan, namun SPF-15 dianggap sudah cukup memberikan perlindungan. Usia yang rentan menderita Melanoma adalah 50 tahun ke atas namun usia remaja akhir sampai usia awal 20 an juga dapat terkena.

Osteoporosis

Osteoporosis atau pengeroposan tulang bisa dicegah dengan memperbanyak asupan kalsium dan vitamin D, serta menghindari rokok. Olahraga teratur juga penting, karena otot yang kuat akan membantu rangka tubuh dalam menopang berat badan. Usia yang rentan menderita Osteoporosis adalah 65 tahun ke atas namun usia 50 tahun juga dapat terkena.

Kanker payudara

Menurut penelitian, risiko kanker payudara dapat diturunkan dengan olahraga teratur, menjaga berat badan tetap ideal, membatasi alkohol agar tidak berlebihan dan menghindari rokok. Disamping faktor keturunan, penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, untuk itu deteksi dini paling penting dilakukan dengan sering-sering meraba adanya benjolan. Usia yang rentan menderita Kanker payudara adalah 45 tahun ke atas namun dapat pula terjadi di usia remaja.

Alzheimer

Alzheimer adalah salah satu jenis kepikunan yang susah dilawan karena merupakan efek dari proses penuaan. Namun beberapa hal bisa dilakukan untuk memperlambat kemunculannya, misalnya dengan rajin mengisi teka-teki silang, belajar bahasa asing dan juga bermain musik. Usia yang rentan menderita Alzheimer adalah 65 tahun ke atas namun dapat pula terjadi di 40 tahunan.

Asam urat (Gout)

Obesitas dan konsumsi alkohol merupakan faktor risiko utama serangan gout di usia muda, sehingga berat badan perlu dikontrol jika tidak ingin mengalaminya. Namun perlu diingat, diet ekstrem yang berdampak pada penurunan berat badan secara singkat dan dramatis juga bisa meningkatkan risiko pengkristalan asam urat. Usia yang rentan menderita Asam urat (Gout) adalah 50 hingga 60-an tahun namun dapat pula terjadi di 30 tahunan.

Diabetes tipe-2

Berbeda dari diabetes tipe 1 yang merupakan kondisi bawaan sejak lahir, diabetes tipe 2 jauh lebih memungkinkan untuk dicegah. Kuncinya, yakni pola makan seimbang dan rendah kalori serta aktivitas fisik yang juga seimbang dengan asupan kalorinya. Usia yang rentan menderita Diabetes tipe-2 adalah 40 hingga 50-an tahun namun dapat pula terjadi sejak usia anak anak.

Pastikan diri Anda dan keluarga yang Anda cintai selalu menjaga kesehatan dan serta melindungi diri dengan Asuransi Kesehatan AXA SmartCare Executive. Nikmati diskon 10% perlindungan kesehatan Anda dan keluarga selama bulan Ramadhan.#OnlineInAja

 

 

AXA Inspirasi

ARTIKEL TERKAIT

Tertarik dengan artikel Inspirasi kami?

Ya, saya ingin dihubungi untuk artikel terbaru

axa