Travel

Tak Sekadar Berburu Monster, Pokemon Ajak Kita Jelajahi Dunia

Keberadaan game Pokemon Go dari Niantic Labs memang bisa dibilang fenomenal. Hanya dalam waktu seminggu sejak kemunculannya pada Juli 2016, sudah lebih dari 15 juta orang mengunduh permainan ini.

3061718-inline-i-1-how-pokemon-go-is-bringing-history-and-architecture-to-the-masses(1)

Selain gratis dan menantang, alasan lain orang begitu berbondong-bondong untuk memilikinya boleh jadi karena permainan ini menerapkan fitur augmented reality atau tampilan lingkungan secara riil yang dilengkapi dengan elemen suara, video, grafis, atau data GPS yang berasal dari sensor komputer. Sebuah fitur yang membuat segala hal yang tampak di layar ponsel menjadi begitu nyata, membuat para pemainnya seolah menyatu dengan dunia petualangan yang sedang dimainkan.

Nah, dalam permainan ini, setelah diunduh, pemain umumnya akan bergerak sebagai avatar di dunia nyata untuk menangkap makhluk-makhluk virtual, termasuk pula mencari posisi Pokestop—tempat telur, Poke Ball, dan ramuan—, serta Gym yang merupakan tempat pertarungan. Yang menarik, bukan hanya soal kesempatan menjadi lebih sehat berkat kegiatan berjalan kaki atau interaksi nyata yang pemainnya lakukan, tetapi juga soal pilihan titik-titik yang muncul sebagai lokasi penempatan makhluk, Pokestop, atau Gym tadi.

Baca juga: Fakta Mengejutkan: Pokemon Go Berperan Positif Bagi Pengidap Depresi

Berdasarkan pengakuan salah seorang pemain yang tertulis di akun blog pribadinya, Pokemon Go tidak hanya telah memompakan adrenalin ke dalam dirinya tetapi juga pengetahuan berharga yang berkaitan dengan seni, budaya, dan sejarah sebuah kota.

“Suatu hari, saat sedang makan siang di sebuah restoran pizza, saya iseng membuka tab permainan untuk melihat apakah ada monster yang bisa saya tangkap. Ternyata yang muncul adalah info mengenai keberadaan Pokestop. Pokestop tersebut berada di seberang restoran tempat saya makan. Nama gedung itu White Building, sebuah bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1894. Saya tidak menemukan lokasi bangunan tersebut di Google Maps, tapi info itu ada di Pokemon Go,” ujar Mark Wilson yang tinggal di Illinois, Amerika Serikat.

Ya, patut kita akui, meski sudah bertahun-tahun atau bahkan sudah sejak lahir tinggal di sebuah kota, belum tentu kita mengenal kota tempat mereka tinggal secara mendalam. Iya, ‘kan? Nah, Pokemon Go membuka kemungkinan itu secara luas. Di Pokemon Go terdapat banyak sekali info mengenai bangunan unik dan menawan, mural jalanan, hingga tempat bersejarah yang patut kita kenali sembari bermain. Info yang bagi sebagian orang lebih dari sekadar menambah wawasan melainkan pula bisa menjadi lahan penghasilan.

lead_960

Lebih dari itu, Pokemon Go juga mengajak kita menjelajah lingkungan sekitar. Pasalnya, beberapa jenis monster hanya dapat ditemukan di beberapa area geografi tertentu. Misalnya, jika pemain pergi ke sungai, ia dapat menemukan jenis monster khusus yang ‘hidup’ di air.

Di beberapa kota di dunia, juga di Indonesia, saat ini sudah tersedia paket perjalanan berbasis game Pokemon Go. Di Australia, taman hiburan Dreamland menyediakan paket berburu Pokemon selama tiga hari pada tanggal 22 hingga 24 Juli lalu. Tur digelar pada malam hari karena menurut pihak manajemen, pada saat itulah banyak monster yang di antaranya termasuk langka terlihat muncul di taman hiburan terbesar di Australia tersebut.

Sementara, meski permainan ini belum secara resmi dirilis di Indonesia, akun instagram @thecarpenteroutdoor menawarkan paket wisata 2 hari 1 malam untuk berburu Pokemon. Paket ini dihargai Rp655.000/pax.

Baca juga: Inilah ‘Kegilaan’ Para Pecandu Pokemon Go

Seru, ya… Bagaimana, sudah siap menjelajah kota dan berburu Pokemon?

AXA Inspirasi

ARTIKEL TERKAIT

Tertarik dengan artikel Inspirasi kami?

Ya, saya ingin dihubungi untuk artikel terbaru

axa