Lifestyle

Tren Mewarnai di Kalangan Orang Dewasa, Ini Manfaatnya

Apakah belakangan ini Anda sering melihat orang dewasa asyik mewarnai gambar dalam sebuah buku? Ya, kegiatan yang satu itu memang sedang jadi tren. Mewarnai buku bergambar dengan cepat “mewabah” di seluruh dunia karena selain merupakan aktivitas waktu luang yang menyenangkan, kegiatan ini juga membuat kita lebih rileks. Mewarnai dapat menjadi sebuah kegiatan alternatif untuk melepaskan stres.

Dr Stan Rodski, seorang neuropsikolog dari Australia, menyatakan bahwa kegiatan mewarnai memberikan efek relaksasi yang sama seperti saat kita sedang bermeditasi. Gerakan berulang dan memberikan perhatian pada detail yang dibutuhkan dalam aktivitas mewarnai ikut memengaruhi kerja sistem saraf.

“Kami melihat adanya perubahan denyut jantung dan gelombang otak ketika seseorang mewarnai,” kata Rodski seperti dikutip Australian Broadcasting Corporation.

Mengekspresikan sisi kreatif kita membantu melepaskan beban pikiran. Pendapat senada diungkapkan Heather L. Stuckey dan Jeremy Nobel dalam American Journal of Public Health. “Ide bahwa mengekspresikan sisi kreatif seseorang merupakan kontribusi penting dalam proses penyembuhan telah lama diterapkan banyak kebudayaan (di dunia),” tulis mereka.

Kabar baiknya, bakat seni tak mutlak diperlukan untuk bisa mengekspresikan sisi kreatif kita. Melakukan aktivitas karya seni layaknya anak-anak pun dapat menjadi pelepas stres yang ampuh. Seperti yang dikatakan Pablo Picasso, “Setiap anak adalah seniman. Masalahnya, bagaimana mempertahankan seniman tersebut saat kita tumbuh dewasa.”

Ingin membuktikan sendiri? Selain mewarnai buku bergambar, coba salurkan ekspresi seni Anda dengan lima kegiatan menyenangkan ini.

1. Melukis dengan jari (finger painting)
Seru, mudah dan praktis. Tentunya selama Anda tak keberatan mengotori jemari untuk mengekspresikan sisi kreatif dengan cara ini. “Aktivitas ini sama tuanya dengan umur manusia itu sendiri. Lihatlah lukisan gua (manusia prasejarah). Mereka menggunakan tangannya untuk menyalurkan sisi kreatif,” cetus ahli sejarah seni Maureen Nappi dari Long Island University dalam laman Huffingtonpost.com.

2. Origami
Seperti mewarnai, origami mengaktifkan sisi kanan dan kiri otak sekaligus. Hal ini membuat kita berkonsentrasi pada gerakan tangan dan melupakan beban pikiran yang sedang kita alami.

3. Menggambar dengan kapur
Dulu semasa kecil kita sering mencorat-coret jalanan depan rumah dengan kapur. Mengapa tidak melakukannya kembali? Gambarlah papan tic-tac-toe warna-warni yang bisa ikut dimainkan para tetangga di jalan depan rumah Anda. Atau beli sebuah papan tulis kecil dan tuliskan pesan inspirasional penuh hiasan di kubikel Anda. Siapa tahu inspirasi tersebut juga akan menyemangati rekan kerja Anda yang lain.

4. Kreasi stik es krim
Stik es krim bisa kita bentuk menjadi apa saja. Melakukannya dengan anak-anak pun menambah waktu berkualitas bersama keluarga. Bisa jadi, malah kita yang belajar dari “arsitek” cilik di rumah.

5. Kreasi plastisin
Plastisin atau “malam” atau “lilin” sangat mudah kita temukan di toko buku atau toko alat tulis. Tinggal gunakan imajinasi kita dan plastisin dalam aneka warna akan bertransformasi menjadi berbagai bentuk karya seni. “Berbagai penelitian menunjukkan efek terapi saat berkreasi dengan plastisin. Aktivitas ini menjadi sarana yang baik bagi anak-anak untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka,” tulis Chicago Children’s Museum dalam laman mereka. Apa yang baik bagi anak-anak, tentu baik juga bagi orang dewasa, bukan?

AXA Inspirasi

ARTIKEL TERKAIT

Tertarik dengan artikel Inspirasi kami?

Ya, saya ingin dihubungi untuk artikel terbaru

axa