Menjadi Ibu Rumah Tangga Yang Profesional

Menjadi ‘ibu rumah tangga’, buat sebagian orang adalah sesuatu yang tak bisa dibanggakan. Padahal ibu rumah tangga adalah profesi mulia yang membuat manusia berkembang dari satu generasi ke generasi dan mungkin merupakan profesi tertua di dunia.

Ibu rumah tangga adalah ladang baru bagi wanita yang ingin diakui keberadaannya tanpa harus stres berhadapan dengan lingkungan laki-laki yang kadang keras dan melelahkan. Jika beberapa wanita berlomba ingin diakui eksistensinya di bidang ekonomi, akademis, dan sebagainya, maka ibu rumah tangga adalah pilihan yang setara namun berbeda. Karena dia menawarkan kita untuk mengaktualisasikan diri secara total di sebuah dunia, yang kadang jauh dari pengakuan orang lain. Jadi, jika Anda berprofesi full time sebagai ibu, tak perlu berkecil hati dan rendah diri dengan profesi Anda yang seringkali tanpa penghargaan bahkan gaji.

Seseorang dikatakan profesional jika ahli dalam bidangnya atau mempunyai banyak pengetahuan/ketrampilan spesialis yang diperlukan di bidangnya. Dengan demikian, ibu profesional adalah ibu yang menguasai bidang “ilmu keibuannya” dan mampu mengahlikan diri dalam tugas besar dan utama yaitu mendidik generasi.

Menjalankan peran sebagai ibu profesional tentu butuh persiapan. Di bawah ini adalah tips bagi Anda yang bercita-cita menjadi ibu profesional:

1. Menikmati peran ibu rumah tangga.
Ini merupakan titian pertama yang dapat mengantarkan ke gerbang kehidupan yang aman, tentram, damai, dan rileks tanpa dihinggapi stres ataupun beban ketika berkarir sebagai ibu rumah tangga. Untuk menciptakan kadar profesional, menikmati peran “kerja” sangat diperlukan sehingga mengetahui dengan jelas seluk beluk, tantangan, dan reward jika menjalankan aktivitas tersebut.

2. Memiliki visi dan motivasi.
Menjadi ibu adalah profesi, sama halnya dengan pekerjaan di luar rumah, karena membutuhkan keahlian, pengetahuan, dan ketrampilan dalam menjalankannya. Agar semuanya berjalan secara profesional tanpa ada perasaan malu, risih ataupun jengah, seorang ibu perlu memiliki visi dan motivasi yang jelas, tidak semata-mata dijalankan karena keterpaksaan. Visi adalah wawasan jauh ke depan yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu dan sumber motivasi yang menggerakan hati untuk berbuat sesuatu. Dengan adanya visi dan motivasi, maka paradigma bahwa peran ibu rumah tangga yang menjemukan akan hilang.

3. Mampu mengkolaborasikan leadership dan friendship secara seimbang.
Leadership atau jiwa pemimpin diperlukan oleh ibu untuk mengarahkan anggota keluarganya.Dia menempatkan diri agar dapat bermanfaat bagi anggota keluarganya serta mampu mengambil tindakan untuk kepentingan keluarga. Seorang ibu juga harus memiliki jiwa bersahabat (friendship). Di mana ia mampu menempatkan diri menjadi seorang sahabat yang penuh pengertian dengan tutur bahasa yang menyenangkan, tidak menghakimi jika mencium gelagat tidak baik dalam rumah tangganya, sehingga timbul keakraban dan keterbukaan antar anggota keluarga; serta mampu mengembangkan forum diskusi; dan komunikasi dua arah.

4. Memiliki pola pengaturan waktu yang baik.
Berbeda dengan pekerja kantoran yang selalu diatur waktu, maka seorang ibu rumah tangga memiliki hak untuk mengatur waktu kerjanya. Bos baginya adalah dirinya sendiri. Malas-rajin, lambat-cekatannya, tergantung bagaimana ia dapat mengatur waktunya secara profesional. Memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien akan mendatangkan hasil optimal sehingga menciptakan kepuasan yang tinggi bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan adanya kepuasan diri, akan tumbuh rasa menikmati dan mencintai peran sebagai ibu rumah tangga.

5. Mampu bertindak sebagai ‘sekretaris keluarga’
Dalam struktur keluarga, seorang suami sangat membutuhkan sekretaris perusahaan (istri) sebagai tangan kanannya. Untuk memenuhinya maka seorang ibu harus memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang manajerial, komunikasi, dan interpersonal skill untuk mengagendakan rencana-rencana rumah tangganya.

6. Pengelola keuangan yang cerdas
Hal ini dapat diketahui dari adanya buku neraca keuangan rumah tangga yang diperlukan untuk mengontrol keuangan dan mengupayakan adanya penghematan dalam mengelola aset, serta menyisakannya untuk tabungan masa depan.

7. Juru masak handal
‘Cinta datang dari perut’, maksudnya sebuah cinta dapat muncul dari masakan yang disuapkan ke mulut hingga perut kenyang terisi. Seorang ibu yang dapat menyajikan masakan lezat bagi keluarga tentu akan memberikan kenangan tersendiri di lidah dan membuat anggota keluarga rindu untuk selalu pulang ke rumah karena ingin mencicipinya kembali.

8. Pendidik yang terdidik
Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Dengan ilmu pengetahuannya, seorang ibu akan tahu bagaimana mendidik anak hingga kelak mampu mengantar anak pada kesuksesan.

9. Mampu mengaktualisasikan diri
Dengan adanya aktualisasi diri, diharapkan seorang ibu tidak merasa terkukung pada rutinitas. Aktualisasi dapat berupa menyalurkan hobi, melakukan pekerjaan yang disenangi, atau memiliki waktu pribadi tanpa megabaikan peran utamanya sebagai ibu.

Pendek kata seorang ibu rumah tangga profesional adalah ibu yang bisa mengembangkan potensi dirinya. Apakah Anda sudah siap untuk menjadi seorang ibu rumah tangga profesional?

Sumber:
http://lifestyle.kompasiana.com
http://mommiesdaily.com
http://www.steadymom.com
http://kabarinews.com

 

 

Artikel Lainnya

pixel